~Marhaban~ |
To be a someone who trying to understand the meaning of life |
(Source: anthony-caspillo, via julywednesday)
(via strivingmuslim)
(Source: islamographic, via thebeautyofislam)
(via sederhanaindah)
(via behindofme321)
Alhamdulillah, beruntung banget berada di lingkaran organisasi ini. Saling memotivasi satu sama lain dan tetap memberi semangat positif yang luar biasa! Disamping itu, Insyaallah semua kader pun akan-terus meyakini ayat Al-Qur’an yang “Dimana ada kesulitan, pasti ada kemudahan”.
Disaat yakin banget udah ga bisa lagi dapet subsidi, disitulah potongan ayat di atas mulai direalisasikan. Walaupun butuh proses yang ga mudah dan celah yang begitu kecil, ga ada salahnya kata ‘ikhtiar’ diupayakan.
Semoga usaha ini bisa berhasil…
Dan terharu banget ketika sang pemimpin menasehati bahwa “tidak ada satu pihak pun yang harus dipersalahkan, yang penting masing-masing dari kita harus terus berintrospeksi. Kita harus minta maaf dan mengakui segala kesalahan, namun terus berusaha agar subsidi tidak DIBUMIHANGUSKAN”. Sebenernya kata-katanya ga lebay kayak gini banget, tapi itulah yang terdengar di hati gue *baylebay
Intinya, walaupun istilah introspeksi begitu akrab di dengar oleh telinga, namun nasehat ini bener-bener ngebuat hati jadi wah banget disaat kondisi lagi butuh semangat ruhiyah kayak gini.
Alhamdulillah wa syukurillah
Sepedes-pedesnya perkataan dahsyat pak edw*rd kalo lagi marah, itu hanya berdampak sedih di bag lapisan epidermis hati yang paling luar. Namun kini sedihnya perlahan-lahan menembus ke arah lapisan endodermis di bagian dalam. Bukan karena intonasi marahnya, tp karena rasa bersalah di diri ini.
Harus sering instropeksi diri lagi…
***
Jadi tema hari ini -> ngantuk.
Pas BIFEST ngantuk, tapi diseger-segerin dengan ngobrol-ngobrol ama ukhti yang lain.
Pas lagi di lab malah makin ngantuk, sempet ketiduran tapi akhirnya seger lagi karna si Ari malah sit down comedy -,-
Pas lagi nunggu Pak Edw*rd yang ga nongol-nongol juga di SCDC, ngantuknya makin luar biasa. Sofa yang empuk plus suhu AC yang pas banget buat tidur sukses buat mata nyerah ga berdaya. Dengan posisi duduk sambil lagaknya baca buku, ditambah dengan posisi wajah yang menunduk ngebuat tidur pulas gue sukses ga diketahui banyak orang. :3
Mungkin pas lagi tidur ceritanya lagi mimpi buruk banget, alhasil si mata tiba2 kebuka, jantung udah deg-degan, dan badan tiba-tiba berdiri sambil ngeliat ke semua penjuru arah. Dan kebetulan ngeliat si bapak udah anteng-anteng wae duduk di dalem ruangannya. Perlahan-lahan akhirnya gue pun masuk ngeberaniin diri buat nyamperin si Bapak. Untunglah meja si bapak lagi kosong, ga ada tumpukan kertas di atasnya. Itu artinya si bapak lagi nganggur berat dan ga bakalan marah-sana marah-sini karna kerjaan dia yang sering banget gue gangguin ama kesalahan LPJ yang kesekian kalinya :’)
Baru aja masuk ngasi LPJ, dengan lembutnya si Bapak bilang gini, “Subsidi BIFEST hangus ya, soalnya proposal kamu belum kelar-kelar juga”
JEGEEER! Berasa ada senjata tajem yang nancep ke dalam organ tubuh, terus diubek-ubek ampe semua isinya melumer *yaks *skip
Trus karna masih ga terima, akhirnya terjadilah adegan tawar-menawar harga. Gesture tangan pun udah membuat jempol dan telunjuk saling bersentuhan, “Ayo dong pak, sedikiiiiit aja. Kita dikasi subsidi ya pak, gausah banyak2 deh”.
Yah namanya peraturan ya peraturan. Toh itu emang udah ketetapan kampus yang ga bisa dilanggar. Kesimpulannya, fix ga dapet subsidi. Fix fix!
Bagaimana kelanjutannya?
*sigh
Seperti biasa, mau gamau, harus ga harus, setiap harinya kubersihkan kacamata ini yang dengan hebatnya tak pernah jera untuk kotor lagi dan lagi.
Terkadang kubersihkan dengan kain yang ditaburi sedikit sabun cair, kemudian disabuni dan dibilas dengan air yang segar agar tampak lebih bersih. Jika muncul rasa malas, tidak ada salahnya kacamata ini hanya dilap dengan kain kering yang lembut. Ya gak? :b
Hebaaaat, hanya bermodalkan kacamata yang bersih aja mood dan pikiran pun bisa tampak lebih freshhhh. Namun, tidak untuk hari ini…
Ketika tiba saatnya berangkat menuju lokasi Kerja Praktek, seperti biasanya aku pun menaiki angkutan umum. Angin sepoi-sepoi yang masuk mencuri langkah di sela-sela jendela pun membuat suasana di dalamnya semakin sejuk dan membuat mataku kantuk. Dan dalam hitungan detik saja mata pun kututupi dengan sempurna.
Entah bagaimana gayaku ketika tidur, disaat ku terbangun kacamata ini terlihat kotor dan berembun. Mungkin mata yang terbuai dengan bisikan angin tadi tidak sengaja menjadikan kaca ini sebagai bantal darurat, atau mungkin mereka tidak ingin saling kehilangan sehingga saling bersentuhan satu sama lain? (eh)
Disaat ingin sesegera mungkin kubersihkan, tiba-tiba niat itu langsung kuurungkan. Kubiarkan kacamata ini tetap kotor dan kubiarkan pula penglihatan ini menjadi samar-samar*. Mungkin disaat itu aku tidak ingin melihat dunia yang terlalu berkilauan dengan segala rayuan gombalnya. Aku takut terlalu terlena di dalamnya dan melupakan dunia terakhirku kelak, yakni akhirat.
Entahlah~
*dan akhirnya hanya bertahan lebih-kurang 8 jam lamanya
(Source: islamsymphony, via sidratulmuntaha)
(Source: fuckiminmy20s, via sidratulmuntaha)
Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
(Source: icanread)
(via Most NOTED Posts)
(via Most NOTED Posts)
PLYWOOD GROWTH TABLE MADE FOR ALL AGES, SHAPES, SIZES
Growing children are the inevitable, and most of the time we are all...
DIY Harry Potter Monopoly Game from Design in Technology here. For how to make the board, cards, etc… go here. For...